Masa Depan Indonesia ada di desa

“Indonesia bisa maju, kalau desa-desanya maju”, Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa membuka acara dengan penuh keyakinan. Malam itu bapak Menteri meluang waktu, impromptu, menyaksikan gelar piala dunia bersama Warga Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul. Mengenakan pakaian non formal, bapak menteri tampak akrab tanpa jarak dengan warga. Sambutan yang disampaikan tanpa teks, seperti biasa penuh info baru dan sangat mengena bagi warga desa.

“Pertumbuhan Indonesia stabil dalam beberapa tahun ini di kisaran 5%. Kita perlu ruang pertumbuhan baru, salah satunya lewat sektor pariwisata. Namun untuk pariwisata berhasil, infrastruktur harus mendukung. Kalau bandaranya kecil, tidak bisa untuk direct flight pesawat jumbo dari mancanegara, maka kunjungan wisatawan tidak optimal. Selain itu infrastruktur jalan juga harus bagus. Untuk itu Presiden Jokowi menargetkan pembangunan bandara dan ribuan kilometer jalan, termasuk Bandara baru di Yogyakarta”. Menarik mendengarkan analisis dari Pak Eko Putro Sandjojo, beliau mampu dengan apik meramu pengalaman bertahun-tahun memimpin perusahaan Go Public dengan pemahaman mendalam realita di lapangan hasil blusukan di berbagai desa selama dua tahun ini. Pernah pak Menteri sampai selama beberapa minggu tidak bertemu anak dan istri karena kunjungan maraton ke desa-desa termasuk desa terluar di Indonesia.

“Saya kasih contoh nyata di Manado, Sulawesi Utara. Mulai dua tahun yang lalu dibuka penerbangan direct flight, satu hari sampai 5 penerbangan. Target membawa wisatawan 15.000 orang dalam tiga bulan. Ternyata target tersebut meleset, karena baru tiga bukan dibuka sudah ada 30.000 wisatawan yang datang. Saat ini rata-rata wisatawan yang datang sudah 2000 orang per hari, sehingga diperkirakan dalam satu tahun bisa menghadirkan 600.000 wisatawan. Sayangnya di daerah tersebut masih kurang tontonan, sehingga waktu tinggal wisatawan masih sebentar. Inilah peran desa, untuk membangun desa-desa wisata. Wisatawan sekarang suka yang alami dan tradisional”. Pak Menteri sekali lagi dengan sangat piawai menempatkan agenda-agenda pembangunan desa selaras dengan pembangunan nasio nal. Baru kali ini desa dibicarakan dan diposisikan bukan sebagai bagian dari masalah, tetapi bagian dari solusi. Lewat kampanye yang dilakukan oleh Bapak Menteri saat ini semua BUMN, Perguruan Tinggi, Pemerintah Kabupaten semua turun bersama ke desa.

“Saat ini sudah ada 128 Kabupaten yang melakukan MoU dengan Kemendes dan pihak Swasta nasional dan BUMN untuk mengembangkan Prukades, atau Produk Unggulan Kawasan Perdesaan. Total investasi yang bisa dibawa untuk program tersebut adalah 47 triliun. Pada bulanbi Agustus akan kita buka lagi program yang sama, dan harapan kita ada tambahan investasi ke desa sampai dengan 100 triliun. Kementrian Desa di target untuk menngentaskan 5000 desa tertinggal, tetapi saat ini kita, dengan dukungan berbagai pihak, telah berhasil mengentaskan 10.000 desa tertinggal”, ditengah berbagai pesimisme terhadap kemajuan Indonesia, data-data yang disampaikan Pak Menteri adalah angin segar.

“Harapan saya semakin banyak desa seperti Panggungharjo, yang mampu mengasilkan pendapatan sampai 4 milyar. Semoga Panggungharjo bisa menyusul Ponggok yang sudah bisa mencapai penghasilan 13 milyar dari Bumdesnya. Anak muda desa tidak perlu lagi ke kota untuk cari kerja, karena desa saat ini menawarkan banyak kesempatan bagi anak muda. Di tempat ini pula kita telah Launching Bumdes Mall, sehingga anak-anak muda bisa berjualan online. Kita telah kerjasama dengam Lion Parcell sehingga produk-produk desa bisa dikirim ke berbagai tempat tanpa kendala. Untuk itu kita ada program afirmasi untuk mendukung wisata desa. Pak Dirjend tolong dicatat Panggungharjo bisa dibantu 1 Milyar, untuk melengkapi Kampoeng Mataraman dengan homestay dan fasilitas lain sehingga pendapatan bisa meningkat ”

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Pak Menteri selanjutnya mohon pamit, karena besok pagi masih harus melepas 6000 mahasiswa KKN UGM. Pak Sekjend dan Pak Dirjen masih membersamai warga sampai acara nonton bersama Piala Dunia usaha. Masa depan I do esia masih cerah, masa depan Indonesia ada di desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *