Pola Pengembangan Ekonomi Desa

Bumdes.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus melakukan pengembangan ekonomi di Kawasan pedesaan. Melalui Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades), ekonomi di tingkat desa terus digencarkan. Hal ini dimaksudkan untuk menopang laju perekonomian nasional.

Bertempat di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM), Yogyakarta pada Juma`at (25/5), Menteri Kemendes PDTT menjelaskan beberapa pola pengembangan ekonomi desa. Salah satu contoh yang diambil adalah pengembangan potensi lokal di Kabupaten Pandeglang, serta di Kabupaten Sumba Timur. Kedua Kabupaten tersebut dijadikan contoh agar da[at ditiru oleh seluruh kabupaten-kabupaten lain di seluruh Indonesia.

Kabupaten Pandeglang, di Provinsi Banten berhasil mengembangkan komoditas unggulan di wilayah mereka yaitu jagung. Pada Tahun 2017, Kabupaten Pandeglang berhasil menanam jagung di lahan seluar 20 ribu hektar. Ditargetkan pada tahun 2018 meningkat menjadi 50 ribu hektar. Kedepannya, diharapkan Pandeglang mampu menghasilkan 500 ribu ton jagun setiap tahunnya. Dengan hasil itu, Pandeglang mampu mendapatkan pemasukan sebesar 1,5 Triliun setiap tahunnya Selain itu, sebanyak 311 BUMDes di Pandeglang telah bekerja sama dengan bank BUMN untuk menghadirkan layanan perbankan di desa-desa

Sementara itu Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil membangun daerahnya melalui investasi dari pihak swasta. Investasi senilai 4 triliun digunakan untuk membuat 22 embung, dengan biaya sekitar 10 Miliar setiap embung. Dampak dari adanya embung tersebut, sebanyak 3 ribu hektar lahan pertanian telah berhasil terairi. Tentu hal tersebut sangat membantu dalam meningkatkan produktifitas pertanian di Sumba Timur. Pembangunan yang dilakukan pun tidak membebani APBN sepeser pun.

Kedua daerah tersebut dapat dijadikan contoh keberhasilan pengembangan ekonomi. Walaupun keduanya memiliki pola yang berbeda. Akan tetapi tujuannya tetap untuk mengembangkan perekonomian daerah.  Fokus terhadap potensi lokal dan tetap merespon setiap kerjasama yang ditawarkan pihak swasta dapat menjadi dua titik fokus awal untuk pengembangan ekonomi desa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *