Bumdes.id  –Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus bergerak cepat dalam upaya mensukseskan pembangunan desa. Kali ini Kemendes PDTT bersinergi dengan Perguruan Tinggi untuk membuat implementasi program pembangunan desa dapat berjalan dengan beriringan.

Sebelum turun menggalakan program, Kemendes PDTT mengadakan Rapat Sinergi bersama Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) pada Kamis di Jakarta (12/4). Pada pertemuan ini membahas alokasi anggaran dan juga berbagai program prioritas kedepannya. Selain itu, rapat ini juga menjadi sarana untuk mensinkronkan persepsi dalam proses implementasi kerja di lapangan agar sesuai dengan timeline yang telah disepakati.

Dalam kelompok Kerja (Pokja) Forum Pertides saat ini beranggotakan 11 (sebelas) perguruan tinggi. Sebelas perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Padjajaran, Universitas Andalas, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Universitas Trunojoyo, Universitas Mataram, Universitas Halu Oleo, Universitas Borneo Tarakan dan Universitas Brawijaya.

Baca Juga: Rhenald Kasali: Membangun Kekuatan Masyarakat Desa dari Tidak Punya Apa-apa

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi, dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Biro Humas dan Kerjasama, Bonivasius Prasetya Ichtiarto menyatakan bahwa rapat bersama Pertides sudah mengerucut dan terintegrasi. “Dalam tiga tahun kita sudah lakukan banyak forum diskusi. Kini grand design dan peta potensi perguruan tinggi sudah terbentuk. Hari ini jadi momentum bagi kita untuk menyinkronkan program prioritas pemerintah dengan grand design dan peta potensi tersebut,” katanya.

Demi mempercepat program kerjasama ini, maka dalam rapat bersama Pertides mempertemukan unit kerja eselon 1 di Kemendes PDTT bersama para tokoh akademisi. “Dengan duduk bersama, kami berharap melalui kegiatan ini Kementerian dan Forum Pertides dapat menemukan link and match. Bersama kita usahakan di tahun 2018 ada hasil sinergi yang kita laksanakan secara konkret. Tidak hanya sekedar ide. Hasil sinkronisasi hari ini juga akan kita evaluasi,” kata Bonivasius kepada awak media.

Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Teguh Soedarto yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Forum Pertides menyatakan, “Forum ini menjadi momen untuk menajamkan integrasi program antar institusi. Dirinya menambahkan, lima lingkup utama Forum Pertides yakni penerapan teknologi tepat guna, pemberdayaan SDM desa, peningkatan keberdayaan desa, pemberdayaan pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).” Ia juga menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur desa akan menjadi rambu-rambu utama yang akan disinergikan dalam program tersebut.

Baca Juga: Universitas Negeri Gorontalo: Terus Memantapkan Diri dalam Pola Pengelolaan BLU Berbasis Good University Governance

Teguh juga menambahkan, bahwa sinkronisasi potensi sumber daya lokal menjadi wujud kegiatan nyata melalui pemikiran dan aksi nyata akademisi di perguruan tinggi. Dengan berbasis ilmu pengetahuan dan sumber daya mahasiswa, Pertides yakin masyarakat juga akan menerimanya dengan nyaman. “Bersama kementerian, perguruan tinggi berperan aktif dalam memberikan pendampingan dan bimbingan untuk pemberdayaan masyarakat desa,” paparnya melanjutkan.

Dilansir dari Kemendesa.go.id, Forum Pertides akan terus menyumbangkan pemikiran dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian serta pendampingan program-program pemberdayaan masyarakat desa. Sejumlah peran yang diambil dalam mendukung pembangunan desa diantaranya adalah energi, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mitigasi bencana, bioteknologi, infrastruktur desa, industri kreatif, sumber daya air, dan produk/ alat bantu. Forum Pertides merupakan kesatuan unsur seluruh perguruan tinggi dengan tujuan utama berkontribusi membangun desa-desa di Indonesia.

*Artikel ini pertama kali di publish pada Syncoreconsulting.com

One Reply to “Sinergi Kemendes PDTT Bersama Forum Perguruan Tinggi, Lesatkan Pembangunan Desa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *