Manfaat Dana Desa Diakui Dunia: 26.070 Unit Kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berhasil Didirikan

“Saya beberapa kali diminta untuk berbagi dan berdiskusi terkait program dana desa dengan sejumlah negara.”

Bumdes.id – Dana desa, memberi warna baru bagi kehidupan desa-desa di Indonesia. Sejak dicanangkan pada 2015 lalu, program ini menjadi solusi untuk membangunkan kemandirian pedesaan. Tidak sedikit negara-negara lain mengapresiasi adanya dana desa ini.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, seperti dikutip dari Kemendesa.go.id menyatakan, “Banyak perubahan yang signifikan di desa baik dari infrastrukturnya, pendidikan, dan lainnya. Ini karena adanya program dana desa. Perubahan itu telah ditinjau secara langsung oleh negara – negara lain, diantaranya dari kawasan Asia Pasifik,” ungkapnya.

Baru-baru ini, delegasi dari Malaysia datang ke Indonesia untuk mengetahui secara langsung implementasi program dana. Menteri Eko menambahkan, sedikitnya terdapat 13 negara akan mengusulkan ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mewajibkan seluruh negara berkembang menerapkan program dana desa.

Baca juga: Sinergi Kemendes PDTT Bersama Forum Perguruan Tinggi, Lesatkan Pembangunan Desa

“Menteri Kemajuan Luar Bandar Malaysia telah datang ke indonesia dan telah mengirimkan puluhan delegasinya agar belajar ke Indonesia. Padahal desa – desa di Malaysia itu lebih maju daripada desa-desa di Indonesia. Saya beberapa kali juga diminta untuk berbagi dan berdiskusi terkait program dana desa dengan sejumlah negara,” katanya dihadapan para mahasiswa dalam kuliah umum yang diselenggarakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (17/4).

Menteri Kemendes PDTT Eko Putro S. dalam kuliah umum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Kemendes PDTT mengkliam, dana desa telah menunjukkan capaian pembangunan yang signifikan di pedesaan. Memasuki tahun keempat, pemerintah telah menyalurkan dana desa mencapai Rp 187 triliun. Pada tahun 2018 ini, sebesar Rp 60 triliun disalurkan kepada 74.957 desa.

Baca juga: Pendataan Potensi Desa 2018, Sinkronisasi Kemendes PDTT dengan Badan Pusat Statistik

Menteri Eko juga optimis, pada 2018 ini akan mampu mengentaskan desa tertinggal sebanyak 15 ribu desa. “Saya yakin tahun ini kita berhasil mengentaskan lebih dari 15 ribu desa,” “Kita tunggu hasil yang valid dari sensus data potensi desa 2018 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” menambahkan.

Kesuksesan pembangunan desa tidak lepas dari program strategis pemerintah dalam membuat empat program priortas pembangunan desa. Keempat program tersebut masing-masing yakni pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), pembangunan embung, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pembangunan sarana olahraga.

Baca juga: Entaskan Kemiskinan Desa, Bersama Kementan Wujudkan Negara Agraris yang Sejahtera

Dari data Kemendes PDTT, guna menunjang aspek aktivitas ekonomi masyarakat, dana desa telah berhasil membangun 123.145 kilometer jalan desa, 5.220 unit pasar desa, 26.070 unit kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 1.927 unit embung, dan 28.091 unit irigasi.

Sementara dalam aspek peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, dana desa telah digunakan diantaranya untuk membangun sarana air bersih sebanyak 37.496 unit, 5.314 unit Polindes, 18.072 unit PAUD, 11.424 unit Posyandu, 108.484 unit MCK, 38.217 kilometer drainase, dan 65.918 unit penahan tanah.

“Desa itu kalau kita bantu pasti akan bangkit. Masuknya dana desa yang dikelola oleh desa telah memiliki dampak yang luar biasa dalam pembangunan desa sejak tahun 2015,” pungkasnya.

*Artikel ini pertama kali publish pada Syncoreconsulting.com

One Reply to “Manfaat Dana Desa Diakui Dunia: 26.070 Unit Kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berhasil Didirikan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *