Keberagaman Peserta: Sebuah Pelangi Dalam Training On Trainers (TOT) Pendampingan BUMDes Angkatan 8

Bumdes.id – Badan Usaha Milik Desa atau disingkat dengan BUMDes diproyeksikan muncul sebagai kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan. BUMDes merupakan bagian dari Nawa Cita, yaitu membangun Indonesia dari desa. UU No 6 tahun 2014 tentang Desa menjadi payung hukum atas BUMDes sebagai pelaku ekonomi yang mengelola potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Terkait dengan perkembangannya, jumlah ‎BUMDes mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dihimpun dari data Kemendesa, tahun 2016 tercatat jumlah BUMDES di Indonesia berada di angka 18.000. Namun data terakhir, jumlah BUMDes di bulan Oktober 2017 jumlahnya meningkat menjadi 22.000 dari 74.910 desa yang ada.

Dari perkembangan yang ada, BUMDes kini tidak hanya dikenal oleh kalangan desa. isu tentang BUMDes bahkan terdengar ke berbagai kalangan, salah satunya akademisi.

Training On Trainers (TOT) Pendampingan BUMDes angkatan 8 telah dilaksanakan pada  18 – 20 April 2018. Acara yang diselenggarakan oleh Bumdes.id beserta Sekolah Manajemen BUMDes (SMB) ini diikuti oleh peserta dari berbagai elemen, seperti Pemerintah Desa, Lembaga Masyarakat, maupun Akademisi yang menambah keberagaman di tengah pelatihan ini.

Cahyo Binarto, Direktur Sekolah Manajemen BUMDes (SMB)

Pada TOT angkatan 8 tersebut, Cahyo Binarto selaku Direktur Sekolah Manajemen BUMDes mengatakan bahwa pegiat BUMDes yang berasal dari latar belakang yang berbeda dapat memberikan dorongan pada BUMDes dengan ilmu yang sudah didapatkan selama 3 hari.

“Pak dosen yang berlatar belakang akademisi maupun perangkat desa berlatar belakang dari birokrasi diharapkan dapat memberikan warna dan inspirasi pada BUMDes. Menjalankan BUMDes harus memiliki mental wirausaha. Setelah mendapatkan ilmu selama 3 hari ini, yang memang harus dilakukan khususnya untuk pelaku BUMDes adalah mencoba. Mencoba tetapi gagal lebih baik daripada gagal sebelum mencoba,” tutur Cahyo Binarto di Ruang Tengah Syncore (RTS).

Satu dalam perbedaan. Mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan beberapa peserta dengan background yang variatif untuk belajar bersama mengenai BUMDes. Nina Afrisanti, S.E., M.Com., Ph.D , Pensiunan BUMN dari Perum Bulog yang kini aktif sebagai pengurus KADIN Bandara Soekarno Hatta ini turut serta dalam perhelatan tersebut. Niat mulia untuk mengembangkan desa di daerahnya membawa Beliau ke Jogja.

Nina Afrisanti, S.E., M.Com., Ph.D

“Tujuan saya mengikuti pelatihan ini adalah saya ingin mengetahui lebih detail bagaimana regulasi terkait dengan BUMDes dan bagaimana pelaksanaannya, bagaimana cara mengimplementasikan serta ingin mengetahui lebih jauh desa-desa mana yang sudah mempunyai BUMDes yang telah berjalan dengan baik,”

Baca juga: Sebagai Social Enterprise, BUMDes Berperan Tingkatkan PADes

“Terkait dengan diadakannya pelatihan ini, saya rasa cukup bagus, cukup komperehensif, mengingat apa yang saya pertanyakan telah terjawab semua; mulai dari regulasinya, bagaimana persiapan mendirikan BUMDes: mulai dari pemetaan potensi suatu pedesaan dan bagaimana aplikasi keuangan. dan ini sangat bermanfaat, mengingat saya memiliki keinginan untuk membantu desa-desa yang ada di sekitar saya untuk mendirikan BUMDes dengan baik,” ucapnya.

“saya akan menghubungi beberapa Kepala Desa untuk menyampaikan kerjasama atau paling kita akan melakukan sharing kepada para Kepala Desa sehingga saya bisa membantu mereka mendirikan BUMDes secepatnya dan tentunya yang bagus dan bisa dilaksanakan dengan tepat sasaran,” tambah Nina dalam rencana ke depannya.

Prof. Dr. Cepi Pahlevi, S.S., M.Si

Melintasi Pulau, mengarungi lautan tidak mengurangi semangat untuk menimba ilmu di TOT 8, Prof. Dr. Cepi Pahlevi, S.S., M.Si , Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin Makassar mengaku bahwa alasan Beliau mengikuti pelatihan ini karena berkeinginan untuk membangun desa-desa yang ada di Sulawesi Selatan.

“Setelah ini saya memang berencana untuk keliling ke kabupaten-kabupaten. Memang sebelumnya saya sudah berencana untuk itu, namun kita belum mendapatkan suatu TOT. Jadi, setelah saya kembali ke Makassar, kita akan men TOT beberapa orang setelah itu kita akan keliling ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Ari Indrawan, Sekretaris Desa Malahayu, Kab. Brebes

Cerita yang cukup menarik juga tersaji dari peserta seperti Ari Indrawan, Sekretaris Desa Malahayu Kec. Banjarharjo Kab. Brebes Jawa Tengah. Beliau tergerak untuk mengikuti pelatihan ini karena merasa selama ini Pemerintah dalam menyampaikan informasi tentang sebuah program masih kurang. sehingga desa masih kebingungan terhadap aplikasinya di lapangan mengenai pelaksanaan, prosedur, pelaporan.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya mempunyai sebuah wawasan, pencerahan karena saya ingin mewujudkan desa saya itu memiliki BUMDes. Dalam arti, saya mempunyai slogan yaitu BUMDes yang sukses ala desa atau bisa dibilang BUMDes ini bisnis ala desa yang inovatif, kreatif dan edukatif,”

Baca juga: Hari Pertama Training On Trainers (TOT) Pendampingan Bumdes Angkatan 8: Perjuangan BUMDes Tirta Mandiri

“semoga hasil dari saya mengikuti pelatihan ini bisa diaplikasikan terhadap potensi yang ada di desa saya menjadi sebuah wahana usaha bagi masyarakat. Dan tujuannya itu untuk mensejahterakan masyarakat yang didampingi oleh aturan atas dasar petunjuk yang diberikan oleh pemerintah. saya ingin menularkan kepada pimpinan saya, Kepala Desa sebagai pemangku kepentingan nomor satu di desa. Saya juga akan menyampaikan sosialisasi bahwa kedepannya Desa Malahayu bisa memiliki BUMDes yang sukses,” ujarnya dengan penuh semangat.

Tak lupa, Cahyo Binarto selaku Direktur Sekolah Manajemen BUMDes (SMB) mengemukakan beberapa kiat untuk menuju BUMDes yang sukses.  “BUMDes harus mempunyai visi dan misi yang benar, Pembentukan dengan benar, Dikelola dengan benar, setelah itu Action, Action, dan Action. Terus bergerak menuju sukses!” pungkasnya.

 

*Artikel ini pertama kali di publish pada situs Syncoreconsulting.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *