Entaskan Kemiskinan Desa, Bersama Kementan Wujudkan Negara Agraris yang Sejahtera

Bumdes.id – Kementerian Pertanian (Kementan) atas nama pemerintah mencoba satu terobosan baru guna menegentaskan Kemiskinan di desa. Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Program Bekerja), menjadi solusi strategis mengurangi ketertinggalan di desa-desa.

Program dengan basis pertanian dan peternakan ini kembali mengingatkan jati diri kita: negara agraris. Target pemerintah, program ini dapat menjangkau 1.000 desa di 100 kabupaten dengan data agregat angka kemiskinan. Diharapkan program ini mampu menekan angka kemiskinan dibawah 10 persen pada 2018.

Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, saat mencanangkan Program Bekerja di Desa Cikencana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur mengatakan “Sesuai arahan Presiden Jokowi, Program Bedah Kemiskinan ini adalah bagian program padat karya tunai, berbasis pada pertanian. Sektor pertanian harus menjadi ujung tombak untuk menekan angka kemiskinan khususnya di desa, serta mengangkat kesejahteraan petani,” ujarnya, pada Senin (23/04).

Baca juga: Pendataan Potensi Desa 2018, Sinkronisasi Kemendes PDTT dengan Badan Pusat Statistik

Dengan kerja keras bersama, pemerintah optimis dalam lima tahun ke depan angka kemiskinan desa dapat diturunkan menjadi 9,92%. Atau dengan kata lain, pada 2022, 1 juta rumah tangga miskin dapat terentaskan dari kemiskinan dari posisi saat ini 3,6 juta rumah tangga.

Keberhasilan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan sudah menunjukkan hasil positif. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin sudah turun signifikan dari 10,96% (27,73 juta orang) pada Septeber 2014, menjadi 10,12% (26,58 juta orang) di September 2017. Dari total penduduk miskin di 2017 sebesar 26,58 juta orang, 16,31 juta orang diantaranya atau 13,47%.

“Secara khusus, Kementan telah melakukan refocusing anggaran-anggaran untuk menyediakan 10 juta ekor ayam. Program Bekerja memanfaatkan pekarangan masyarakat secara intensif untuk pertanian,” ungkap Amran. Menurut humas Kementan, Rencananya setiap rumah tangga miskin akan menerima bantuan 50 ekor ayam, 3 ekor kambing/domba, 5 ekor kelinci beserta kandang dan pakan selama 6 bulan, 2-3 batang bibit mangga/manggis/durian/pisang/pepaya, 2-3 batang bibit kopi/kakao/pala/lada dan 10 batang bibit cabai/bawang merah.

Baca juga: Tanggapan Mereka, Peserta TOT Pendampingan dan Pelatihan BUMDes Angakatan ke-8 Bersama Bumdes.id

“Menggunakan data yang sudah ada, Kementan akan fokus pada mereka yang benar-benar membutuhkan, karena datanya sudah ada. By name, by address,” tutur Amran. Sebagai pengawas program agar tepat sasaran, Kementan membentuk tim yang langsung terjun ke lapangan. Terdapat sejumlah provinsi prioritas sebagai awal yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumsel, Lampung, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Amran berharap, program ini dapat terwujud sesuai dengan target sasaran. Sinergi dari berbagai pihak tentu akan sangat membantu kelancaran program ini. Kemendes PDTT sebagai lembaga pemerintahan yang berfokus pada pembangunan desa tentu menyambut baik adanya Program Bekerja tersebut.

One Reply to “Entaskan Kemiskinan Desa, Bersama Kementan Wujudkan Negara Agraris yang Sejahtera”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *