Workshop Pengelolaan BUMDES Pemerintah Desa Karangtalun

Rabu, 28Februari 2018. BUMDES Karangtalun telah melakukan tahap terakhir workshop pengelolaan BUMDES yang diselenggarakan oleh tim Bumdes.id. Workshop  yang sebelumnya dilakukan pada 27 Februari 2018, diikuti oleh 10 orang peserta termasuk Bapak Ilham selaku Sekdes di Desa Karangtalun. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah pemaparan materi dengan tema “Pemetaan Usaha Berdasarkan Potensi yang Ada” yang disampaikan oleh Bapak Azfa Pabulo, selaku Trainer dari Sekolah Manajemen BUMDES

Pada workshop kali ini, Bapak Azfa menjelaskan Filosofi BUMDESA berdasarkan Pilar Ekonomi Pancasila yaitu :

  1. Nilai-nilai Luhur : sesuai dengan norma yang ada
  2. Kemanusiaan : bukan hanya profit, tetapi juga dengan pemberdayaa nmasyarakat
  3. Persatuan : jangan sampai menimbulkan gesekan di masyarakat
  4. Musyawarah : semua hal yang strategis dan penting diputuskan dalam musyawarah desa
  5. Sosial : keberhasilan BUMDES diukur dari kemanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat banyak khususnya desa

Pada dasarnya, semua desa memiliki beberapa potensi, budaya, sosial, maupun alam yang dapat dikembangkan. Ada beberapa hal penting yang menjadi pertimbangan bagi desa dalam pengembangan desa seperti halnya udara dan air yang bersih, kesehatan, serta pangan yang sehat. Desa yang akan dikembangkan dengan mendirikan BUMDES yang terfokuskan kepada wisata lokal, setidaknya harus memiliki 4 hal, yaitu :

  • Something to see (apa yang harus dilihat/menarik)
  • Something to do (sesuatu untuk dilakukan)
  • Something to buy (sesuatu untuk dibeli agar mendapatkan pemasukan/devisa)
  • Something to share (sesuatu yang akan di bagikan lewat sosial media dll)

Dalam kegiatan workshop disampaikan juga perihal manfaat dan tujuan dalam pendirian BUMDES. BUMDES yang akan dijalankan melewati tiga tahapan umum, yaitu BUMDES harus berdiri, menjalankan usaha, dan memiliki penghasilan. Dalam pendirian serta menjalankan  BUMDES setidaknya 100 % modal berasal dari desa, atau dengan pembagian presentase 60 % dari desa dan maksimal 40% berasal dari masyarakat desa.

Selain pemaparan materi dari para narasumber, para peserta workshop diajak melakukan praktik pemetaan potensi desa. Pemetaan potensi desa tersebut berisikan pemilihan usaha, analisis swot, perkiraan biaya, perkiraan pendapatan, sampai pada judul konsep bisnis yang akan dilakukan di Desa Karangtalun. Setelah penulisan pemetaan potensi, dilanjutkan dengan presentasi  yang dilakukan oleh peserta workshop. Peserta workshop yang pertama memilih usaha dibidang pengolahan sampah dan pasar kuliner. Untuk peserta yang kedua memilih usaha pasar hewan ternak, karena pasar ternak yang ada di desa Karangtalun sudah terkenal di kecamatan Imogiri, seluruh warga Imogiri melakukan transaksi jual beli hewan ternak di tempat ini. Diskusi ini berjalan sangat seru, para peserta saling menyimak sekaligus mengkritik rencana bisnis dari setiap kelompok yang presentasi. Dari diskusi inilah diharapkan para peserta dari BUMDES Karang Talun benar-benar siap dan mampu menjalankan BUMDESnya.

Acara selanjutnya adalah materi mengenai SAAB. SAAB merupakan aplikasi akuntansi berbasis kas untuk BUMDES. Aplikasi ini sangat mudah digunakan untuk masyarkat desa. Penjelasan mengenai aplikasi SAAB ini di paparkan oleh Yeni Nurhayati, M.Si. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengurus BUMDES dalam mengelola keuangan di BUMDES Karangtalun. Acara wokrshop pengelola BUMDES pemerintah desa karang talun ditutup oleh Bapak Cahyo Binarto M.M selaku Direktur dari Sekolah Manajemen BUMDES.

Salam Bumdes!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *