Perjalanan dari Lampung Selatan menuju Yogyakarta harus ditempuh selama sehari semalam oleh para peserta Workshop Pengelolaan Bumdes se-Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Meski harus menempuh jarak yang cukup jauh, rupanya para peserta tidak kehilangan semangat di tengah jalan. Hal ini terbukti dari riuhnya para peserta saat diajak foto bersama dan meneriakkan “Bumdes Sukses!” di sesi pembukaan workshop di hari pertama pelatihan.

Hari ini, keempat puluh peserta yang terdiri dari pengelola Bumdes dan aparat Pemerintah Desa Kecamatan Jati Agung diajak oleh Ton Martono, Direktur Bumdes Karangrejek, dan Yanni Stiadi, Carik Desa Ponggok, menjelajahi dunia perbumdesan lebih jauh. Di sesi pertama dan kedua, Bapak Ton Martono menyampaikan bagaimana Bumdes Karangrejek berhasil mengajak masyarakat untuk mendukung kehadiran Bumdes.

Foto Bersama di Sesi Pembukaan Workshop Pengelolaan Bumdes

Ton Martono pun berpesan kepada para peserta bahwa dalam menjalankan usaha Bumdes, Bumdes harus tetap mempertahankan kearifan lokal dan jangan sampai mematikan usaha masyarakat desa. Pemerintah Desa dan pengelola Bumdes juga tidak boleh hanya mengedepankan profit melainkan juga harus mengutamakan memberikan benefit khususnya pada masyarakat desa dan lingkungan. Sesi ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dengan peserta dimana peserta sangat antusias menanyakan bagaimana mengelola Bumdes dengan baik serta bagaimana menciptakane sinergi antara masyarakat desa, Pemerintah Desa, dan Bumdes.

Suasana Workshop Sesi Pertama bersama Ton Martono

Setelah istirahat makan siang, workshop pun dilanjutkan dengan sesi sharing Bumdes Sukses oleh Bapak Yanni Stiadiningrat. Sebelum sesi ini dimulai, peserta diajak untuk melihat suasana di Desa Ponggok khususnya di Umbul Ponggok yang sangat terkenal dengan wahana foto bawah air. Ya, siapa yang kini tidak mengenal Ponggok sebagai Bumdes sukses dengan omsetnya yang mencapai belasan milyar? Kehadiran Yanni Stiadiningrat pun disambut dengan meriah oleh para peserta setelah menonton film pendek tersebut.

Di sesi kali ini, peserta kembali diajak untuk meyakini potensi yang dimiliki oleh desanya masing-masing. Yanni pun juga memaparkan bagaimana Desa Ponggok bisa bangkit dari kondisi yang menyedihkan hingga menjadi sebuah desa yang maju dan kaya. Sama seperti sesi di pagi hari, Yanni Stiadiningrat mempersilakan para peserta untuk bertanya mengenai apa pun tentang Bumdes. Pertanyaan peserta pada sesi kali ini juga tidak kalah kritis dengan sesi sebelumnya. Beberapa di antaranya menanyakan bagaimana cara untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat desa untuk menanamkan modalnya di Bumdes dan bagaimana caranya untuk menjalankan usaha seperti bumdesmart agar tidak menindas usaha masyarakat yang sudah ada.

Sesi Foto Bersama Yanni Stiadiningrat di Akhir Sesi Workshop

Keseruan pelatihan hari ini pun terpaksa harus ditutup saat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Meskipun begitu, antusiasme peserta masih tidak surut dan justru bertambah semangat ketika susunan acara pelatihan hari kedua diumumkan. Penasaran dengan apa yang dilakukan oleh para peserta di hari kedua pelatihan? Tunggu liputan tim bumdes.id selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *