Politeknik Negeri Lampung Kirim 4 Mahasiswa Magang ke Bumdes.id

Sejak dulu mahasiswa seringkali dielukan sebagai agen perubahan yang mampu membawa perubahan positif untuk membangun negara. Berbagai macam kegiatan pun dilakukan untuk menunjukkan peran mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat khususnya dalam rangka membangun daerah. Mahasiswa diajak untuk mengikuti salah satu program dari beberapa pilihan program lapangan seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Program Pengalaman Lapangan (PPL), Praktik Kerja Lapangan (PKL), maupun magang.

Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) merupakan sebuah sekolah vokasi di Lampung yang berfokus pada pertanian dan bertekad untuk menjadi kampus mitra tani. Melihat perkembangan saat ini POLINELA menyadari bahwa ada satu bidang baru yang harus dipelajari oleh mahasiswa yaitu pemahaman tentang Bumdes. Sebagai kampus yang bervisi untuk menjadi mitra tani, pengetahuan tentang BUMDES tentunya harus dikuasai oleh para mahasiswa mengingat pertanian dan BUMDES memiliki keterkaitan. Dengan berpegang pada hal tersebut, POLINELA mengirimkan 2 mahasiswa dan 2 mahasiswi untuk melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke PT Syncore Indonesia, tepatnya divisi Konsultan Bumdes atau yang lebih dikenal sebagai Bumdes.id. Mahasiswa-mahasiswi tersebut berasal dari program studi Agribisnis yaitu Dona Sabatina, Fidin Aga Laroibafiih, M Febry Hendardi, dan Widya Utari.

Para mahasiswa dari POLINELA mulai melaksanakan PKL sejak Tanggal 19 Febuari 2018. Mereka diajak untuk turut serta dalam berbagai kegiatan tim Bumdes.id antara lain mempelajari Bumdes melalui modul pelatihan, menulis artikel terkait Bumdes, ikut serta dalam pelaksanaan Workshop Pengelolaan Bumdes untuk pengurus Bumdes di desa Karangtalun, Bantul, dan berkunjung ke Bumdes Panggung Lestari. Para mahasiswa diajak untuk melihat pelaksanaan operasional Bumdes dan mendengarkan langsung pemaparan dari Kepala Desa dan pengurus Bumdes.

Para mahasiswa ini berharap tujuan mereka untuk mengetahui seluk beluk tentang Bumdes  melalui PKL di Bumdes.id dapat tercapai karena menurut mereka belajar yang paling efektif adalah dengan praktik. Mereka yakin dengan terjun langsung ke lapangan mereka bisa mempelajari fenomena-fenomena, masalah, dan cara penyelesaiannya. Dona menambahkan, semua itu akan menjadi pengetahuan yang baru serta menjadi pengalaman yang berharga. Harapannya para mahasiswa ini dapat memahami dengan baik dan memanfaatkan ilmu ini untuk membangun desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *