Pentingnya Nilai Tambah untuk keberhasilan BUMDes

       BUMDes  fokus pada dua hal.  Pertama, tidak diperkenankan untuk masuk pada aktivitas ekonomi yang telah banyak dilakukan oleh masyarakat desa. Karena,  dikhawatirkan akan memicu konflik baru karena  akan  dianggap menyaingi aktifitas usaha yang telah ditekuni oleh masyarakat setempat.  Cari aktifitas ekonomi yang berbeda dengan masyarakat setempat. Selain untuk memenuhi aktifitas ekonomi yang tidak ada di desa itu, juga tidak mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat.

Kedua Bumdes harus mampu meningkatkan  nilai tambah produk.  Nilai tambah (value added) adalah selisih lebih antara harga jual barang dan harga beli bahan baku, bahan penolong, suku cadang, dan jasa, yang dipergunakan untuk menghasilkan barang itu. Penting bagi desa untuk mempunyai nilai tambah seperti menciptakan produk-produk yang dihasilkannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Namun begitu, harus disesuaikan dengan potensi yang ada serta kebutuhan warganya.

Secara ekonomis, peningkatan nilai tambah suatu barang dapat dilakukan melalui perubahan bentuk form utility, perubahan tempat (place utility), perubahan waktu (time utility), dan perubahan kepemilikan (potition utility).

  1. Melalui perubahan bentuk (form utility) suatu produk kan mempunyai nilai tambah ketika barang tersebut mengalami perubahan bentuk. Misal biji jagung diolah menjadi makanan ringan keripik jagung. Keripik jagung pasti memiliki nilai yang lebih tinggi daripada biji jagung. Jika di desa A tersedia jagung yang melimpah, BUMDes bisa memanfaatkan biji jagung dari masyarakat desa untuk diolah menjadi keripik jagung.
  2. Melalui perubahan tempat (place utility) suatu barang akan memperoleh nilai tambah apabila barang tersebut mengalami perpindahan tempat. Misalnya pasir dan batu di sungai tidak memiliki nilai tambah namun pasir dan batu dapat memiliki nilai tambah jika dibawa kekota sebagai bahan bangunan
  3. Melalui perubahan waktu (time utility) suatu barag akan memperoleh nilai tambah ketika dipergunakan pada waktu yang berbeda.
  4. Melalui perubahan kepemilikan (poition utility) barang akan memperoleh nilai tambah ketika kepemilikan akan barang tersebut perpindahan dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Misalnya cangkul akan berguna bagi petani, jala akan berguna bagi nelayan, dsb.

One Reply to “Pentingnya Nilai Tambah untuk keberhasilan BUMDes”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *