Kampoeng Mataraman: Sebuah Desa Wisata Edukasi

 

 

Di salah satu kota di Provinsi Jogja tepatnya di Jl. Wonosari Km 6, Banguntapan, Kabupaten Bantul, terdapat  sebuah desa yang menawarkan wisata khas desa dan edukasi. Desa tersebut merupakan sebuah unit usaha yang bernama “Kampoeng Mataraman”. Kampoeng Mataraman tersebut dijalankan oleh Bumdes Panggung Lestari, Desa Panggungharjo. Kampoeng Mataraman menawarkan suasana yang berbau pedesaan, seperti kuliner tradisional, wisata edukasi, pemandangan khas desa dan permainan atau dolanan jaman dulu. Kampoeng Mataraman memiliki konsep khas yang sangat berbeda. Di Jogja sendiri wisata yang menawarkan kolaborasi antara kuliner tradisional, pemandangan yang asri, serta edukaksi yang berbau pedesaan sangatlah jarang ditemukan.

Di Kampoeng Mataraman, para pengunjung dapat bermain sekaligus belajar mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Para pengunjung diberikan pelatihan bagaimana cara merawat dan menjaga pohon agar tetap terjaga sampai masa yang akan datang. Selain itu Kampoeng Mataraman juga menawarkan makanan tradisional. Makanan yang disediakan oleh Kampoeng Mataraman sendiri adalah makanan seperti nasi liwet yang dimasukkan ke dalam bakul yang terbuat dari bambu dengan sayur khas desa seperti sayur asem, sayur godong buden, sayur lodeh, tempe goreng, sambal trasi, ikan asin dll. Selain makanan khas dan wisata edukasi, Kampoeng Mataraman juga menyajikan berbagai permainan atau dolanan jaman dulu. Permainan atau dolanan yang disediakan oleh Kampoeng Matraman seperti enggrang bambu, wayang golek, gobaksodor yang memang sudah jarang ditemukan pada era saaat ini.

Menurut salah seorang pengurus unit usaha Kampoeng Mataraman, Bp Panji yang disampaikan di sela-sela acara workshop, Selasa (27/2) “Kampoeng Mataraman sendiri sebenarnya selain dibuat untuk memajukan masyarakat desa, Kampoeng Mataraman juga dimaksudkan bisa memberikan manfaat yang bisa dirasakan oleh semua orang”. Menurut penuturan beliau bahwa alam sangatlah penting untuk dijaga keberadaanya, karena jika alam dirusak dan tidak dilindungi maka anak cucu yang akan merasakan dampaknya di masa depan. Kampoeng Mataraman sendiri nantinya akan ditanami pohon bambu di area belakang rumah makan tersebut. Nantinya tempat tersebut akan dijadikan selain sebagai hutan bambu yang bisa digunakan sebagai tempat makan yang nyaman, hutan bambu juga bisa menambah keasrian dari tempat tersebut.

Selain menawarkan wisata edukasi dan pemandangan yang asri, Kampoeng Mataraman juga dapat dijadikan laboratorium lapangan untuk kegiatan workshop Bumdes tentang bagaimana cara memanfaatkan potensi desa yang dimiliki yang nantinya akan dijadikan sebuah usaha yang dapat menguntungkan banyak orang, khususnya masyarakat setempat. Hal ini terbukti dengan acara workshop yang  dilakukan oleh Bumdes.id  yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Panggungharjo mengenai bagaimana mendirikan Bumdes. Kegiatan workshop ini diikuti oleh pengurus Bumdes Karangtalun. Kegiatan workshop ini meliputi penjelasan tentang bagaimana cara untuk memanfaatkan potensi desa yang ada yang disampaikan oleh salah satu pengurus unit usaha Kampoeng Mataraman. Menurut penuturan Bp Panji, pembuatan Bumdes tidak terhenti dengan potensi alam yang ada, tetapi harus bisa memanfaatkan segala sesuatu yang dimiliki oleh desa, karena setiap desa pasti memiliki perbedaan potensi. Dalam kegiatan workshop di Kampoeng Mataraman, peserta mengikuti jalannya kegiatan dengan antusias, hal ini bisa terlihat dari banyaknya peserta menannyakan tentang cara pembuatan Bumdes.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *