BUMDes Betuah Barokah: Kendala Dana Tidak Menghambat Pendirian BUMDes!

Kali ini Bumdes.id berkesempatan untuk mewawancarai salah satu Bumdes yang berasal dari provinsi Riau. BUMDes yang baru berdiri ini mengemban misi besar untuk membantu kesejahteraan masyarakat yang mayoritas sebagai petani. Selain itu, juga bertujuan untuk membatu memberdayakan pemuda yang ada di desa.

Menurut hasil wawancara dengan Bapak Rudi Syam, selaku Direktur BUMDes Betuah Barokah, BUMDes milik Desa Bathin Betuah, Kec.Mandau, Kab. Bengkalis, Riau. Desa Bathin Betuah sendiri terletak cukup jauh dari pusat kota, yaitu sekitar 1,5 jam dengan kendaraan pribadi. Hal ini yang memicu keinginan BUMDes untuk membuka usaha Penyediaan LPG dan Pupuk.

Jenis-jenis usaha yang dirasa cukup sederhana ini dipilih untuk memulai usaha BUMDes tetapi juga mebawa manfaat bagi warga Desa. Warga tidak lagi harus ke kota untuk membeli pupuk dan LPG yang merupakan kebutuhan utama rumah tangga dan kebutuhan utama penunjang pekerjaan mereka. BUMDes ini berusaha menjawab persoalan warga terkait jauhnya letak desa dari perkotaan.

Mayoritas penduduk Desa Bathin Betuah mengelola Kelapa Sawit. Sperti yang kita tahu, Kelapa Sawit sendiri merupakan komoditas yang dalam proses penanaman hingga panennya memerlukan pupuk dalam jumlah cukup besar. Sehingga pupuk merupakan hal yang sangat penting untuk dijamin ketersediaannya. Selain itu, BUMDes diharapkan dapat meminimalisir praktik percaloan pupuk yang cukup merugikan masyarakat.

Pada Bulan Maret 2018, BUMDes Betuah Barokah juga merencanakan untuk membuka usaha kuliner, yang mana akan menjadi tempat berkumpulnya para pemuda. Menurut bapak Rudy Syam, jenis usaha ini dipilih untuk memberikan ruang bagi pemuda untuk berkumpul dan melakukan kegiatan yang positif, dan bukan hal-hal negatif atau justru menghabiskan waktu di kota.

Bapak Rudy Syam juga mengemukakan bahwa hingga saat ini, masalah Dana masih menjadi kendala dalam rencana-rencana usaha BUMDes kedepannya. BUMDes sendiri merasa terhambat dengan lambatnya proses pencairan penyertaan modal. Namun tentu saja hal ini tidak mejadikan semangat  pengurus BUMDes Betuah Barokah untuk menjadikan BUMDes alat untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Semangat membangun desa seperti ini patut diapresiasi karenakesulitan pencairan dana tidak mematahkan semangat juang untuk terus berusaha membaangun desa.

One Reply to “BUMDes Betuah Barokah: Kendala Dana Tidak Menghambat Pendirian BUMDes!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *