Profit vs Benefit

Sperti yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya, BUMDes tidak hanya bertujuan untuk profit, tetapi juga harus membawa benefit. Kita dapat melihat 3 model  BUMDes yang terbukti sukses dan yang bisa kita BUMDes percontohan. Tiga model tersebut meliputi:

  1. Tipe Pasar

Pertama adalah BUMDes yang berdiri karena adanya potensi alam yang dimiliki dan unik. Potensi desa yang ada jika ditemui oleh pengelola BUMDes yang memiliki jiwa entrepreneurship, maka akan sangat diterima oleh pasar dan bisa menghasilkan profit yang besar. Contohnya adalah BUMDes Tirta Mandiri milik Desa Ponggok, yangmemiliki keunggulan alam dengan banyaknya air, dengan pengelolaan dan pemasarana yang baik telah menjadi BUMDes dengan omset 15 miliar.

  1. Tipe Social bussiness

Jenis BUMDes yang kedua adalah BUMDes yang usahanya berawal dari adanya problem (masalah) yang dialami desa atau masyarakat desa. BUMDes ini tidak berfokus pada profit, tapi mengutamakan asas manfaat yang didapat oleh masyarakat. Contoh jenis kedua ini adalah BUMDes Panggung Lestari milik Desa Panggungharjo, yang berhasil menjadi BUMDes yang berhasil dalam usaha pengelolaan sampah yang dikelolanya.

  1. Campuran

Jenis yang terakhir adalah BUMDes yang menggabungkan kedua konsep diatas, BUMDes tipe ini melihat potensi dan memastikan bahwa usaha diterima secara baik oleh pasar, tetapi juga memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat. Contohnya adalah BUMDesa Bersama Leles, yang merupakan gabungan dari 12 BUMDes yang ada di Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. BUMDes ini bergerak dibidang penyedia kebutuhan masyarakat dan pemasaran hasil pertanian. Kerjasama antar-BUMDes ini menjadikan BUMDes menjadi lebih kuat baik dalam mendapat profit dan memberikan benefit

 

Baca juga: Kunci Usaha Wisata Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *