Ada 74.910 desa yang ada di Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari jumlah tersebut hanya ada 18.446 BUM Desa yang telah berdiri. Lebih ironis lagi data menunjukkan hanya 2.146 yang aktif. Lalu muncul pertanyaan kenapa banyak Desa yang belum mendirikan BUMDes? Kenapa banyak sekali BUMDes yang sudah berdiri terkendala dalam pengoperasiannya?

Ada beberapa alasan mengapa Desa tidak memiliki BUMDes, diantaranya adalah kurangnya informasi mengenai apa itu BUMDes, kurangnya SDM yang memiliki kapasitas, kesulitan untuk mencari modal awal, hingga trauma karena melihat BUMDes lain mengalami kegagalan.

Ada 10 titik kritis BUMDes yang perlu diperhatikan untuk menjamin kelancaran jalannya usaha BUMDes, diantaranya:

  1. Kesalahan identifikasi potensi dan pemilihan jenis usaha
  2. Prosedur pembentukan BUMDES dan penyusunan legal formal
  3. Penyertaan Modal dari Desa
  4. Pemilihan pengelola BUMDES dan penetapan struktur
  5. Pola komunikasi dan koordinasi BUMDESA dan Pemerintah DESA
  6. Perencanaan Strategis dan RKAT
  7. Pencatatan Transaksi dan Pelaporan Keuangan BUMDES
  8. Evaluasi Kinerja dan Audit Keuangan BUMDES
  9. Sistem Remunerasi BUMDES
  10. Pengembangan BUMDES Bersama, Holding BUMDES dan Kerjasama dengan Pihak Ketiga

Kesepuluh titik kritis ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi kegagalan dalam melakukan usaha nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *