Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) adalah sebuah badan usaha, dengan tujuan mencari keuntungan yang nantinya digunakan sebesar-besarnya untuk kemajuan desa dan masyarakat. Sedangkan koperasi sebagai saka guru perekonomian Indonesia memiliki tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mencapai kemakmuran masyarakat. Kedua jenis usaha ini sama-sama ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat, dan keduanya juga tidak dibatasi untuk memilih usaha yang akan digeluti. Keduanya pula merupakan jenis usaha yang di dorong untuk berkembang oleh pemerintah. Hal ini kemudian  membuat beberapa orang cukup bingung untuk membedakan Bumdes dengan Koperasi (desa).

Perbedaan pertama, terutama terkait dengan aspek kelembagaannya. Koperasi harus didirikan oleh orang-orang secara individu, kalau tidak salah minimal 20 orang. Setiap orang memiliki hak yang sama, dan tidak ada dominasi oleh anggota-anggota tertentu. Sedangkan BUMDes harus didirikan oleh Pemerintah Desa, dengan permodalan dari Pemerintah desa. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada penyertaan modal oleh masyarakat, terutama apabila BUMDes tersebut secara kelembagaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT).

Selain itu, Sisa Hasil Usaha dari koperasi wajib dibagikan kepada anggota koperasi. Sedangkan, laba yang didapat BUMDes diutamakan untuk menambah PADesa yang nantinya digunakan untuk membangun fasilitas guna mensejahterakan rakyat. Sistem bagi hasil juga dapat diterapkan di BUMDes jika masyarakat turut serta dalam memberikan modal pribadi dalam jalannya usaha BUMDes.

Nah, demikian penjelasan tentang persamaan dan perbedaan BUMDes dan koperasi. BUMDes dan koperasi Juga bisa bekerjasama, Kementrian Koperasi dan UMKM melalui laman resminya depkop.go.id menyatakan bahwa pemerintah mendorong kerjasama antara BUMDes dan koperasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *