Temukan Nuansa Tradisional Di Kampoeng Mataraman

Foto: Foto bersama di Desa Wisata Kampoeng Mataraman
Penatnya kesibukan di perkotaan, bisingnya suara kendaraan bermotor, tingginya bangunan-bangunan perkantoran perumakan pemandangan sehari-hari di kota. Rindu, rindu dengan suasanya asri pedesaan, dengan segala hal keramahtamahannya, kesederhanannya, ketenangannya dan keasriannya. Hal yang hampir tidak mungkin kita temukan di perkotaan.
Kampoeng Mataraman, dari namanya saja terdengar begitu asri. Jika kita membayangankan Kampoeng Mataraman terbesit kenangan masa lalu mengenai Kerajaan Mataram. Sesuai dengan namanya Kampoeng Mataram menyajikan suasanya asri pedesaan yang kini semakin banyak dirindukan untuk menghilangkan penat dari kehidupan di perkotaan.
Kampoeng Mataraman terletak di desa Panggungarjo, Bantul, Yogyakarta, sekitar 30 menit perjalanan dari kota Yogyakarta. Kampoeng Mataraman ini merupakan Badan Usaha Milik Desa Panggungharjo yang dibentuk sebagai desa wisata dengan menyajikan suasana asri pedesaan dengan memperhatikan tiga aspek kebutuhan primer manusia yaitu sandang, pangan dan papan.
Sandang, merupakan kebutuhan primer manusia pada umumnya. Untuk menunjang Kampoeng Mataraman dalam menghadirkan nuansa asli pedesaan yang masih asri, salah satu aspek yang diperhatikan adalah mengenai sandang (pakaian). Pengelola dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata Kampoeng Mataraman ini mengenakan pakaian lurik, yang merupakan pakaian warisan leluhur mereka. Kain lurik ini memberikan kesan sederhana sesuai dengan karakter kehidupan masyarakat pedesaan yang sederhana.
Pangan, juga merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Kampoeng Mataram memiliki beberapa menu andalan dalam menciptakan suasana pedesaan. Menu yang disajikan oleh Kampoeng Mataraman merupakan makanan khas daerah lokal. Salah satu menu andalan adalah sayur “lodeh kluwih”. Pemilihan sayur kluwih ini diyakini memiliki makna “keluwihan” yang artinya kelebihan. Dapat diartikan bahwa kluwih ini sebagai harapan agar dilebihkan dalam kehidupan, salah satunya dilebihkan dalam hal rejeki.
Papan, salah satu kebutuhan primer manusia yang tak bisa dihindarkan. Dalam menghadirkan nuasa jaman Mataram, Kampoeng Mataraman mendirikan beberapa rumah joglo. Di Kampoeng Mataraman ini terdapat 1 bangunan dapur dengan nuasa bangunan pedesaan, dua rumah jogjo dan satu lagi rumah joglo yang maish dalam tahap pembangunan. Dengan hadirnya rumah-rumah jogjo ini semakin menguatkan kesan pedesaan dari Kampung Mataraman ini.
Kampoeng Mataraman terletak dipinggiran sawah yang membaur menjadi satu sehingga menghadirkan suasana asri dan tenang. Keramahan-tamahan pengelola Kampoeng Mataraman dapat menyuguhkan nuansa jaman mataram di era modern ini. Selain dari aspek sandang, pangan dan papan, dalam menghadirkan nuansa tradisional Kampong Mataramanan menyuguhkan beberapa kegiatan yag dapat dilakukan di Kampoeng Mataraman.
Foto: Pengungjung “nandur pari” di Desa Wisata Kampoeng Mataraman
Bertani, sebagian besar masyarakat pedesaan berprofesi sebagai petani. Di Kampoeng Mataraman pengunjung dapat belajar untuk bertani secara tradisional. Berani terjun ke sawah yang berlumpur dan mencoba untuk melakukan hal-hal yang baru. Pengunjung bisa mencoba untuk membajak sawah dengan bantuan dua kerbau yang sudah terlatih untuk membajak sawah. Hal ini akan menjadi sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan. Beberapa pengunjung biasanya takut untuk melakukan hal ini, takut ke kerbaunya atau bisa juga takut jika nanti pakaian mereka kotor terkena lumpur. Namun, semua itu terbayarkan dengan pengalaman yang hampir tidak pernah untuk lakukan lagi yaitu sensasi membajak sawah dengan bantuan kerbau.
Selain membajak sawah, pengunjung bisa “nandur pari” di sawah. Hal ini mengajarkan bagaimana proses menanam padi di sawah. Hal ini wajibkan pengunjung untuk turun langsung terjun ke lumpur sawah dan berani untuk kotor. Setelah “nandur pari” dilanjutkan dengan mencari sayur genjer di sekitar sawah. Hal ini mengambarkan bahwa pada saat petani pergi ke sawah, biasanya mereka langsung mencari sayur-sayuran untuk diolah di rumah. Hal ini menjelaskan bahwa kebayakan orang di desa, mengolah bahan makanan yang sudah tersedia di lingkungan sekitar mereka.
Foto: Pengunjung di Kampoeng Mataraman mengenakan pakaian pedesaan dan perlengkapan lainnya yang disediakan oleh pengelola
Kampoeng Mataraman juga menyajikan permaian tradisional untuk menambah suasanya asri pedesaan. Beberapa permainan tradisonal yang bisa dilakukan di Kampoeng Mataraman antara lain permainan egrang dan gangsing. Pada saat ini permainan-permainan tersebut sudah jarang ditemui. Padahal beberapa belas tahun yang lalu permainan tradisional tersebut merupakan permainan favorit untuk dilakukan di malam hari di bawah sinar terang bulan. Permainan-permainan ini membuat pengunjung bernotalgia mengenang masa kecilnya.
Untuk kegiatan berfoto-foto pengelola menyediakan pakaian tradisonal bermotif lurik untuk. Selain itu juga disediakan beberapa perlengkapan lainnya seperti “tenggok” dan caping untuk menunjang penampilan pengunjung menjadi orang desa. Untuk menambahkan kesan tradisional disediakan pula sepeda onthel yang bisa digunakan untuk foto-foto.
Berkunjung ke Kampoeng Mataraman dapat men-charge energy setelah dikuras oleh kepenatan kesibukan sehari-hari. Kegiatan yang ada di kampong mataraman dapat mengobati rasa rindu mengenai nuansa tradisional yang jarang kita temui di daerah perkotaan. Surga kecil yang bisa ditemui di pinggir kota Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *