Nostagia bersama Kampung Mataraman Yogyakarta

Yogyakarta adalah sebuah daerah dengan beragam budaya yang melekat didalamnya, kuliner dan tempat wisata menjadi destinasi utama bagi para pengujung. Tetapi diantara destinasi-destinasi tersebut hanya sebagian kecil yang mengusung konsep Tradisional dan nuansa Pedesaan, mungkin sebagian orang menganggap bahwa desa adalah tempat yang kumuh dan tertinggal untuk jaman modern seperti ini.

Kampung Mataraman

Padahal jauh sebelum adanya sebuah kota, Desalahyang menjadi tempat tinggal masyarakat kita, dan desalah yang membuat kita tumbuh dan berkembang hingga saat ini, desa memiliki beragam keunikan tersendiri dan memiliki budaya yang beragam, tidak seperti perkotaan yang semakin mencerminkan sikap egoisme terhadap sesama.

Daerah Yogyakarta ternyata juga memiliki sejarah tentang pedesaan yang mulai lahir sejak Kerjaan Mataram Yogya, tetapi seiring berjalannya waktu, Desa yang dulu ada sudah mulai terkikis oleh nuansa perkotaan, tetapi syukurlah sekarang ada sebuah gagasan berlian yang dicetuskan oleh Desa Panggungharjo yang memanfaatkan sebagian tanah pekarangannya untuk dijadikan  Obyek Wisata Edukasi yang berbasis Budaya Desa Mataram Yogyakarta, yang diberi nama Kampung Mataraman.

Kampung Mataraman memiliki keindahan tersendiri dengan nuansa pedesaan dan makanan tradisionalnya, bukan hanya itu ketika kita berada di Kampung Mataraman kita akan disambut dengan orang-orang yang berpakaian Keraton Mataram yang menyanyikan tembang-tembang jawa.

Corobikan dan Apem

Suasana seperti ini sangat membuat kita terasa hidup diera Kerajaan Mataram yang damai dan penuh nuansa kekeluargaan, selain itu jika kita lapar kita dapat memakan makanan yang tersedia dilokasi kampung Mataraman yang bernuansa Jawa seperti Sayur Lodeh, Corobikan, Apem, Dawet dan lain sebagainya.

Sawah Kampung Mataraman

Penasaran dengan Obyek Wisata yang satu ini ?? rasakan pengalaman anda sendiri di Kampung Mataraman Yogya yang berlokasi di Jl. Ringroad Selatan, Ds. Panggungharjo, Kec. Sewon, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *