Tengok Desa Wisata dengan Konsep Perkampungan Era Kerajaan Mataram

Assalamu’alaikum Wr. Wb,

   Kamis siang, 15-Juni-2017, Tim Syncore KM 9,7 meluncur menuju Ring-Road sektor Selatan, tepatnya Dusun Pelemsewu, Desa Panggungharjo. Yes, Kampung Mataraman namanya. Kampung yang berdiri diatas tanah kas desa seluas 6 hektar ini mengusung konsep perkampungan ‘jadul’ era Kerajaan Mataram. Tak tanggung-tanggung urusan detail, dari dapur yang masih menggunakan peralatan dapur tradisional khas jogja (abaikan dispensernya dab), sampai pakaian yang dipakai crew Kampung Mataram masih klop sama konsep Kampung Wisata ini.

   Luas-nya area Kampung Mataraman ini sangat cocok dipakai untuk outbond acara kantor, reuni TK, atau sekedar kumpul-kumpul keluarga. Kondisi saat Tim Syncore sowan ke Kampung Wisata ini, sudah berdiri 3 joglo, dan satu joglo yang masih dalam tahap pembangunan (konon katanya mau dipakai untuk panggung kesenian ~*sumber warga setempat). Nggak kebayang kalo panggung kesenian udah jadi, live akustikan, lesehan tikernya rumput gajah ijo-ijo…serrr, tarikk pakdee…

 

Salah dua hal yang menarik disini adalah kita bisa coba bajak sawah & tanam bibit padi di bagian belakang kampung ini. Yessss.. Ride the Buffalo with pride!!! Setelah selesai becek-becekan dengan duo kebo, Anda bisa coba tanam bibit padi di sawah. Dipandu langsung sama crew-nya Kampung Mataraman. Kurang pie jal ?

Yesss, Ride with pride !!!!

Ayo Nandur, Ojo Mung Nglindur

Urusan makan ? Menu makanan yang dihidangkan disini masih syarat dengan konsep tradisionalnya. ‘Janganan’ khas jogja, lauk tempe goreng, & cemilan tradisional, cocok buat tujuan penutup setelah jalan-jalan dari Pantai Parangtritis atau belanja dari sentra kerajinan gerabah di Kasongan, karena lokasi Kampung Mataraman ini diapit Jl.Parangtritis & Jl.Bantul, tepat di pinggir jalan Ring-Road Selatan.

Rampung Nandur, Wayae Nglindur….

Sekian, Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *