Training On Trainers Pendampingan BUMDesa di RTS PT. Syncore Indonesia

16 Mei 2017, telah dilaksanakan kegiatan Training On Trainers (TOT) Pendampingan BUMDesa di RTS PT. Syncore Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh PT. Syncore Indonesia dengan pemateri Bapak. Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak,,CA dan Ibu Yeni Nur Hayati, S.E yang diikuti oleh 5 peserta.

Materi pertama dipaparkan oleh Bpk. Rudy dengan bagaimana mengenalkan BUMDesa ke masyarakat. Lalu lanjut dengan bagaimana seharusnya kita berbicara di forum desa? Apa saja yang harus kita perhatikan untuk mendirikan BUMDesa? Kita harus tau secara detail tentang pendirian BUMDesa dan kita harus paham tentang dasar hukum pendirian BUMDesa serta aturan yang mendukung terwujudnya BUMDesa itu di UU No. 6 Tahun 2014.

Dalam sesi pemetaan potensi desa terbagi menjadi 3 tim, tim ibu Yoshi tentang mayoritas penduduk desa yang bekerja sebagai petani, tim ibu Diana tentang potensi pasar desa serta tim ibu Diah dan ibu Ririn dengan potensi unggulan desa. Setelah berdiskusi lalu di paparkan untuk diperesentasikan yang diawali oleh tim ibu Yoshi sampai tim ibu Diah dan ibu Ririn. Setelah itu, sesi tanya jawab berlangsung. Lalu Bapak Rudy menjelaskan tentang perbedaan membangun desa dengan desa membangun? Membangun desa ialah yang membangun pemerintah desa menjadi objek dan desa membangun ialah memberikan kewenangan untuk desa membangun.
Lalu, Bapak Agung menanyakan tentang pernyataan modal desa dari APBDE. Bagaimana dana APBDE digunakan untuk modal awal BUMDesa? Pertanyaan tersebut langsung dijawab Bapak Rudy, terdapat 2 pos yang dapat digunakan untuk mengambil dana dalam starting BUMDesa yaitu ada pos pelatihan dan pengembangan. Yang paling penting dari modal awal untuk menjalankan BUMDesa bukan pada uanganya, namun lebih kepada kewenangan yang dimiliki oleh desa.

Bapak Agung bertanya kembali, bagaimana bentuk BUMDesa? BUMDesa boleh PT boleh Koperasi namun untuk di Bantul dikhususkan harus berbentuk PT. Menurut UU No. 4 Tahun 2015 yang memiliki badan hukumnya adalah setiap unit usaha. Sedangkan jika BUMDesa yang ingin dijadikan badan hukum maka itu diperbolehkan dengan disesuaikan pada kebijakan Bupati. Tetapi, menurut Bapak Rudy BUMDesa lebih baik jika berbentuk PT karena BUMDesa dengan bentuk PT memungkinkan memiliki unit usaha yang banyak. Lalu, setelah selesai sesi tanya jawab langsung ditutup acara dan melakukan foto bersama.


Untuk membaca lebih detil mengenai Tahapan Pendirian BUMDES, termasuk download contoh-contoh laporan bisa lihat artikel berikut :

http://bumdes.id/tahapan-pendirian-bumdes

Download materi terlengkap tentang BUMDES di

http://bumdes.id/downloads/

Kontak

Konsultasi Rudy Syncore

CP 081-2299-111-97 /

Diana Septi A

CP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.id

Telepon Kantor: 0274 – 488 599

Untuk informasi lebih lengkap kunjungi web kami : www.bumdes.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *