Pelatihan dan Penguatan Manajemen BUMDesa Desa Singkil Wetan, Purworejo

berikut ini merupakan gambaran kegiatan sosialisasi dan pendampingan pelatihan bumdes di Purworejo yang berlokasi di desa Singkil Wetan (20/5). Kegiatan Sekolah Manajemen BUMDES kali ini berlangsung di desa Singkil Wetan kecamatan Ngombol Purworejo dengan diikuti oleh 7 desa yang terdiri dari Desa Sruwah, Desa Walikoro, Desa Wonoboyo, Desa Singkil Wetan, Desa Njombang, Desa Kembang Kuning dan terakhir adalah Desa Kulutan. Kegiatan dimulai pukul 09.00 pagi tepat dan dibuka oleh senyum ramah dan bersahabat Ibu Yeni Nur Hayati. Awal dari petemuan ini dimulai dengan bersapa hangat dan bertanya kabar anatar pemateri dan dan peserta.

Setelah menyapa dan bertanya kabar, Ibu Yeni selaku pemateri tanpa mengulur waktu langsung beralih pada materi pokok yang hendak akan disampaikan yaitu tentang pemeteaan potensi desa, penyusunan AD/ART BUMDES dan diakhiri dengan pelatihan software keuangan milik PT. Syncore Indonesia. Pada sesi pertama yaitu pemetaan potensi usaha desa dengan menggunakan media kertas semua peserta terlihat antusias untuk menuangkan ide-ide mereka untuk mewujudkan BUMDES yang sesuai bagi desa mereka, setelah sekitar 10-15 menit menuangkan ide maka mereka dimnta untuk melakukan presentasi di depan peserta yang lainnya mengenai ide bisnis mereka yang ngin direalisasikan di BUMDES. Tujuan dari sesi yang pertama ini adalah untuk emlatihan kreatifitas para peserta dalam menemukan dan menggali potensi desa mereka untuk dijadikan sebagai sebuah bisnis

Berlanjut di sesi kedua yaitu penyusunan AD/ART BUMDES. Pada sesi kali ini peserta diminta untuk membuka modul yang telah diberikan untuk membaca dan belajar dalam membuat susunan AD/ART bagi BUMDES mereka nanti yang telah disiapkan dalam modul yang telah dibagikan. Tujuan dari sesi ini adlah untuk memberikan gambaran kepada para peserta tentang bagaimana melakukan pembentukan dan penyusunan AD/ART BUMDES supaya nanti ketika mereka telah memiliki ide bisnis maka mereka akan dengan mudah dalam menentukan alur regulasi pada setiap unit bisnis dan BUMDES mereka.

Sesi ketiga dan yang terakhir adalah pelatihan pembuatan laporan pertanggung jawaban yang nanti wajib dilaporan oleh perangkat BUMDES dalam bentuk laporan keuangan. Sesi ini diawali dengan input data tentang informasi bumdes yang akan didirikan. Step selanjutnya adalah latihan menginput data penerimaan dan pengeluaran dimana contoh transaksi yang digunaakn telah disiapkan sebelumnya pada modul sistem keuangan yang telah dibagikan kepada setiap peserta disetiap desa. setelah semua transaksi telah selesai diinput maka sesi pelatihan software keuangan diakhiri dengan melihat hasil inputan yang telah berbentuk laporan keuangan.

Bersamaan dengan berakhirnya sesi ketiga maka berakhir pula acara pelatihan pada siang itu. Semua perserta bersuka cita dan antusias dalam belajar. Tanggapan positif juga didapat oleh Tim Syncore selaku narasumbe. Para peserta menilai bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mereka dan mereka berharap semoga apa yang mereka pelajari siang ini dapat menjadi modal awal mereka untuk mendirikan BUMDES yang berhasil dan bermanfaat bagi masyarakat desa.

Ayo Dukung Membangkitkan Ekonomi Indonesia dari Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *